Assalamu'alaykum ^_^

Teruntuk Siapapun Yang Merindukan Kemuliaan & Kebangkitan ISLAM

Assalamu'alaykum Warahmatullah..

Selamat Datang
Semoga Bermanfaat

11/14/11

Permasalahan Utama Kaum Muslimin



Oleh: Agus Trisa

Masih banyak orang yang belum memahami hakikat permasalahan yang dihadapinya. Umat Islam sendiri masih kebingungan dengan permasalahan yang dihadapinya sehingga cara untuk menyelsaikannya pun masih bersifat tambal sulam.

Setelah runtuhnya khilafah Islam di Turki pada tahun 1924, kaum muslimin seperti seekor anak ayam kehilangan induk. Yang ada justru mereka siap menjadi santapan raksasa-raksasa kafir yang rakus. Para ulama menyebut tahun runtuhnya khilafah Islam adalah sebagai ummul jara’im (pangkal kejahatan). Oleh karena itu, solusi atas itu semua adalah dengan mengembalikan kondisi semula dengan tegaknya khilafah Islam.

1. Permasalahan utama kaum muslim bukanlah masalah ekonomi

Ada yang berpendapat bahwa masalah utama kaum muslim adalah masalah ekonomi. Asumsinya, jika kaum muslimin memiliki kekuatan perekonomian yang kuat, maka kaum muslimin akan bisa bangkit dari keterpurukan. Hal ini tidak benar. Permasalahan iya, tetapi jika permasalahan utama jelas tidak.

Jika kita melihat fakta ‘kebangkitan’ itu sendiri, maka kita akan menemukan fakta bahwa kebangkitan itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan ekonomi. Sebutlah Amerika. Amerika saat ini dipandang sebagai negara adidaya, super power. Padahal Amerika hanyalah sebuah tanah jajahan yang dijajah bangsa Eropa. Tetapi mengapa kini Amerika bisa bangkit dengan kekuatannya yang besar melebihi kekuatan bangsa- bansga Eropa? Apakah dengan kekuatan ekonomi? Jawabannya: jelas tidak. Bagaimana bisa Amerika bangkit sementara mereka masih dijajah Inggris? Apakah dengan ekonomi? Tidak.

Kebangkitan Amerika terjadi setelah George Washington menggerakkan revolusi melakukan perlawanan (di luar sistem penjajah) dengan mengobarkan semangat perlawanan rakyat terhadap Inggris. Gerakan yang digagas George Washington itu membuka kesadaran rakyat Amerika tentang perlawanan dan kebangkitan rakyat Amerika. Setelah itu ternyata Inggris mampu dikalahkan dan Amerika bangkit dari keterpurukan beberapa ratus tahun kemudian, bahkan melebihi Inggris. Pertanyaannya: apakah kebangkitan Amerika itu dipicu oleh kekuatan ekonomi Amerika? Jelas tidak. Justru Amerika pada waktu itu adalah negara terjajah, bukanlah negara yang kuat ekonominya. Tetapi berkat kesdaran rakyat Amerika, revolusi pun digerakkan.

Contoh lain adalah Uni Soviet. Sebelum bernama Uni Soviet, negara ini dipegang oleh kekaisaran (Tsar) Nicolas II yang sangat kapitalistik. Tetapi apakah kebangkitan komunisme juga digerakkan oleh kekuatan-kekuatan ekonomi rakyat? Jelas tidak. Justru yang menggerakkan perubahan besar itu adalah Revolusi Bolshevik yang dipimpin Lenin. Dan penggeraknya adalah rakyat yang didominasi kaum buruh serta rakyat jelata (proletar). Lalu dimana kekuatan ekonominya? Tidak ada!

Contoh lain, lihatlah kekuatan ekonomi negara-negara Arab. Mereka memiliki kekuatan ekonomi yang cukup hebat. Tetapi mengapa mereka masih juga berada dalam keterpurukan? Sistem sosial mereka amburadul (kacau). Justru mereka berada di bawah ketiak negara-negara kafir imperialis. Lalu dimana kebangkitannya? Bangkit jadi kacung?

Demikian pula kebangkitan para sahabat Rasulullah saw. Jika dilihat bagaimana perjuangan Rasulullah dalam membangkitkan umat, semua itu tidak ada hubungannya dengan ekonomi. Justru para sahabat kebanyakan adalah orang miskin. Hanya sedikit yang kaya. Tetapi nyatanya bisa bangkit. Dan kebangkitan yang diraih Rasulullah dan para sahabatnya adalah kebangkitan yang bersumber dari kesadaran bukan yang berasal dari kekuatan ekonomi.

2. Permasalahan utama kaum muslimin bukanlah akhlak yang rusak

Ada yang beranggapan bahwa keterpurukan kaum muslimin adalah karena akhlak yang rusak. Jika akhlak kaum muslimin baik maka kaum muslimin akan bisa bangkit menjadi umat yang mulia. Demikian asumsinya. Permasalahan, iya. Tetapi persoalan utama, bukan.

Mereka juga berargumen dengan dalil,

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti.” (QS. Al Qalam: 4)

Atau hadis,

“Sesungguhnya aku ini diutus untuk menyempurnakan akhlak.”

Hal ini bisa dibantah sebagai berikut.

Benar, akhlak adalah salah satu bagian dari ajaran Islam. Tetapi tidak boleh dipahami bahwa Islam ada semata-mata untuk berakhlak. Tidak. Ini tidak benar. Kita tidak bisa menilai akhlak hanyalah sekedar nilai-nilai universal yang terlepas dari hukum syara’. Tidak. Tidak seperti itu. Kejujuran, amanah, disiplin, rasa hormat kepada yang lebih tua, dan lain-lain juga merupakan akhlak yang baik. Bahkan semua agama sepakat bahwa itu adalah akhlak yang baik. Orang Kristen, Budha, Hindu, bahkan orang atheis pun tahu bahwa itu semua adalah akhlak baik.

Tetapi berbeda dengan Islam. Orang Islam melaksanakan berbagai akhlak di atas bukanlah untuk melaksanakan nilai-nilai universal, tetapi untuk melaksanakan perintah Allah. Seorang muslim jujur, itu untuk memenuhi seruan Allah. Bukan karena ‘jujur sehingga harus harus dilaksanakan’. Seorang muslim juga harus paham, kapan dia jujur dan kapan dia harus tidak jujur. Ketika dia berjual beli, dia harus jujur. Namun ketika berada dalam tawanan musuh, dia tidak boleh berkata jujur.

Orang-orang Budha itu terkenal sebagai orang-orang yang menjunjung tinggi nilai-niali akhlak. Tetapi apakah kita melihat kebangkitan orang-orang Budha? Justru yang ada, mereka mundur terhadap hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan duniawi. Tetap saja mereka disebut masyarakat kufur. Apakah kalau orang Budha sudah jujur, tidak membunuh, saling menghormati, melaksanakan amanah, apakah dengan itu semua lantas kita katakan mereka sudah bangkit dan menjadi masyarakat yang Islami?

Adapun yang berkaitan dengan dua dalil di atas, kita harus mendudukkan pada proporsinya, bukan secara asal 9serampangan). Mufassir terkenal seperti Imam Al Qurthubi Mujahid, Imam Ath Thabari menyatakan bahwa kata ‘khulq’ dalam ayat di atas bukan hanya sekedar akhlak, tetapi juga ‘diin’ atau agama. Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari disebutkan, ketika ‘Aisyah ditanya tentang rasulullah saw. beliau menjawab, bahwa akhlak Nabi saw. adalah Alquran.

Persoalan utama kaum muslim adalah melangsungkan kehidupan Islam

Sesungguhnya persoalan utama kaum muslim adalah melangsungkan kehidupan Islam dalam bingkai daulah khilafah Islamiyah. Langkah yang harus ditempuh adalah melakukan perubahan secara mendasar terhadap pemikiran umat Islam yang ada saat ini dari yang berpemikiran bukan Islam menjadi umat yang berpemikiran Islam.

Umat Islam harus dicerahkan pemikirannya dengan pemahaman yang ideologis. Islam tidak boleh diberikan hanya dalam ibadah-ibadah moral ritual belaka. Islam harus diberikan sebagai sebuah sistem yang mampu menyelesaikan segala problem kehidupan sebagaimana Rasulullah mengajarkan untuk menylesaikan persoalan sesuai dengan ayat-ayat dan sunah beliau.

Persoalan utama kaum muslimin adalah melangsungkan kehidupan Islam. Persoalan ini adalah persoalan yang harus dijadikan hidup dan matinya kaum musimin. Maksudnya adalah jika kaum muslimin tidak berupaya menegakkan Islam, maka kematian islam sebagai solusi berarti telah datang. Na’udzubillah.. sebaliknya, ketika Islam tegak diemban oleh negara, maka kehidupan Islam itu tegak secara nyata.

Allah memerintahkan kepada umat Islam untuk menegakkan aturan-aturan-Nya. Menegakkan aturan-aturan-Nya secara kaffah adalah persoalan utama kaum muslimin. Allah berfirman,

“dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.” (QS. Al Maidah: 49)

Wallohua'lam

No comments:

Post a Comment